Wajib Baca!! Proses Pengajuan KPR Rumah Kedua Saat KPR Rumah Pertama Belum Lunas

Wajib Baca!! Proses Pengajuan KPR Rumah Kedua Saat KPR Rumah Pertama Belum Lunas
Wajib Baca!! Proses Pengajuan KPR Rumah Kedua Saat KPR Rumah Pertama Belum Lunas

Sahabat Rumah, harga properti yang meningkat dewasa ini membuat banyak orang ingin menanamkan investasi di sektor properti ini. Tren Kenaikan harga setiap tahunnya merupakan daya tarik adanya investasi, melalui kepemilikan properti kedua menjadi umum dilakukan. Tetapi apakah diperbolehkan apabila KPR (Kredit Pemilikan Rumah) rumah pertama belum lunas namun akan mengajukan KPR untuk rumah yang kedua?

Sahabat Rumah, Anda tentu boleh mengajukan permohonan KPR bagi rumah kedua maupun ketiga, sementara angsuran Anda tetap berjalan di bank. Tetapi Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini saat ingin melakukan pengajuan permohonan KPR untuk rumah kedua.


1. Reputasi Keuangan Baik



Seperti halnya saat Anda melakukan pengajuan permohonan KPR untuk rumah pertama, pihak perbankan tentu akan melihat reputasi keuangan Anda melalui catatan pengeluaran dan pemasukan yang tercatat di rekening Anda.

tetapi dalam pengajuan yang kedua ini, pihak perbankan akan lebih spesifik melihat apakah Anda tergolong yang mampu membayar setiap angsuran dengan tepat waktu serta memenuhi setiap persyaratan yang dibutuhkan oleh pihak perbankan.


2. Lihat  Dulu Besaran Bunga Cicilan



Sahabat Rumah, Sesuai dengan Peraturan BI Nomor 17/10/PBI/2015 tentang kebijakan pemenuhan LTV (Loan to Value) dan FTV (Financing to Value), pembayaran kredit bagi rumah kedua sudah cukup longgar menjadi 70 persen, di mana pada KPR yang pertama berada di kisaran 60 persen. Ini berarti calon debitur KPR harus membayar bunga setidaknya 30 persen untuk rumah yang kedua. oleh pihak perbankan, Anda dipastikan harus mampu membayar cicilan rumah kedua Anda bersamaan dengan cicilan rumah pertama yang masih dalam masa angsuran.


3. Lihatlah Secara Seksama Aturan Bank yang Dituju


Sahabat Rumah, Jika Berbeda bank yang Anda pilih untuk mengajukan KPR, maka beda pula kebijakan yang diatur. Perhatikan secara seksama aturan yang ada di bank yang Anda pilih tersebut. Contohnya saja total angsuran Anda tidak boleh lebih dari 40 persen penghasilan (berarti Anda harus punya down payment yang besar atau jumlah angsuran diperbesar), mengajukan permohonan kredit rumah kedua setelah 6-12 bulan akad kredit rumah pertama dan lain sebagainya.


4. Tidak Bisa jika untuk Membeli Rumah Bersubsidi


Sahabat Rumah, Apabila Anda berniat untuk membeli rumah bersubsidi sebagai rumah kedua Anda, maka urungkan niat tersebut! Anda tidak diperbolehkan membeli rumah bersubsidi karena rumah tersebut hanya diperuntukkan bagi Masyarakat yang belum pernah beli rumah dengan upah di bawah Rp 4 juta. Sistem Informasi Bank Indonesia akan mencatat bahwa Anda sudah memiliki rumah pertama karena anda mempunyai kredit pemilikan rumah pertama, sehingga Anda dikategorikan sudah mempunyai rumah pertama, padahal rumah subsidi diperuntukan untuk pembelian ruah pertama .


5. Pembelian Rumah Kedua Sebaiknya untuk Instrumen Investasi


Umumnya orang memang membeli rumah kedua digunakan untuk investasi dan bukan sebagai tempat tinggal.Tetapi tidak ada salahnya apabila Anda membeli rumah kedua tersebut sebagai Aset yang Aktif. Ini berarti Anda menjadikan aset properti kedua Anda sebagai penghasilan yang pasif. ketika akad rumah sudah disetujui, Anda dapat merentalkan rumah tersebut baik system pembayaran bulanan atau tahunan sehingga uang hasil sewa tersebut dapat kembali Anda gunakan untuk mengangsur cicilan rumah kedua anda.

semoga bermanfaat…jangan lupa SHARE YA…

(sumber : www. finance.detik.com/k-properti/2981301/mengajukan-kpr-rumah-kedua-saat-kpr-rumah-pertama-belum-lunas)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »